Posts

Mengapa Saya Harus Menikah?

Image
Pertanyaan ini akan mengandung dua makna bila dibaca dengan nada berbeda. Keduanyalah yang ingin saya ulas sekarang.  “Mengapa saya harus menikah?” yang pertama adalah pertanyaan untuk alasan-alasan seseorang memilih membangun sebuah keluarga. Sementara yang kedua adalah pertanyaan untuk alasan-alasan mengapa seolah-olah menikah itu harus. Saya yakin, pertanyaan pertama lebih mudah ditemukan jawaban-jawabannya, karena yang indah-indah memang lebih mudah dibayangkan. Menikah memang mulia dan bagi sebagian orang sebagai tolok ukur kebahagiaan. Tidak ada yang salah dengan menikah. Yang jadi salah adalah ketika kita menganggap orang lain yang tidak menjalani hal mulia itu sebagai seorang yang gagal. Ada pula anggapan seolah-olah tidak menikah adalah aib. Mengapa? Mengapa pernikahan terdengar sebagai sesuatu yang wajib bagi semua orang? Sebagai seorang wanita yang sudah memasuki “usia matang”, pertanyaan “kapan menikah” dan “mengapa belum menikah” sudah tak terhitung menghampir...

Uninvited

Image
Jika saja kaukabari akan adanya pesta Akan kusempatkan pulang barang semalam Bila saja lebih dulu kautentukan seragam Akan kubongkar lemari tua, demi bisa menyamai busana merah yang kaukenakan di hari raya Tapi rupanya tak ada undangan yang tiba hanya cerita meriahnya pesta dari orang ketiga Dan puluhan tanya mendera diriku siapa sebab dalam potret, bajuku saja yang tak sama

The Ruin

Image
  Semestinya aku sudah menjelma abu sejak dulu Ketika kukenakan busana serupa rumah tanpa lampu dan kuketuk pintu-pintu kamar pada jam sembilan malam Lalu kupatah kan hati mereka satu demi satu Sekarang aku malah menyerupa lubang jalan yang menjegal langkah buru-buru Tak layak mengelap piala-piala patah, berharap menjadikannya hiasan Apalagi mengiba potret terpampang di dinding ruang tamu Masa kejayaan sudah tinggal cerita dalam buku tulisan murah yang hanya kepadanya sanggup 'ku berbagi tentang segala resah dan hanya di situ saja kugoreskan impian dengan bahasa sandi yang tak dapat kusuarakan Sebab keadaan telah menjadi tuhan, yang memahkotai diri dan berlenggok mengumbar keindahan yang tak diakui siapapun selain ilusi dan dalam waktu yang lebih rapat dari detik, diharuskannya kusetor upeti yang tak sanggup kubayar dengan darah sendiri

Women, Self-love and Insecurities

Image
Sebagai perempuan, saya pernah tiba di masa kehilangan jati diri dengan kepercayaan diri yang rendah. Ini dibuktikan dengan betapa saya terpedaya dengan standar, yang mirisnya, masih eksis sampai saat ini: perempuan cantik adalah dia yang bertubuh tinggi langsing, berambut lurus dan berkulit putih. Beberapa tahun yang lalu, saya menyisihkan sebagian gaji saat menjadi reporter demi meluruskan rambut di sebuah salon di Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan. Saya tak peduli betapa tidak nyamannya proses “demi label cantik” itu. Juga akibat lainnya yang hingga sekarang masih saya rasakan seperti rambut rontok, kering dan sulit diatur. Kalau tanpa vitamin, setiap helainya punya kehendak bebas sehingga terbang ke segala penjuru yang dalam tampilan lengkapnya mereka terlihat sungguh acak-acakan. Seiring berjalannya waktu, sejak berkembang pesatnya internet dan sosial media, arus informasi mengalir dengan derasnya. Ada beberapa selebgram yang saya ikuti karena suka dengan karya-karya ...

Dear, Mom ...

Image
I hope it’s not too late to love you back by understanding you more listen to you only,  without interrupting when you’re telling the same story which you’ve told a thousand times and I’ll be strong enough to hold myself not arguing you when you’re sharing your weird theories I hope it’s the best time to make you laugh by telling our inside jokes rather than making you cry in a locked room But, is there any time for me to make you proud? I guess you’re getting bored because I can only say thank you and sorry You’ve done your best You’ve given your whole life But, this is me Just growing up slowly or too slow burdening constantly disappointing you oftentimes Is there any time for me to be better? I miss the smile which comes from your deepest heart, not just a vague curve of your lips Perhaps, you’ve been waiting for me too long Wondering, when will this spoiled girl stand on her own feet? I never have something I really proud of ... it’s like nobody really proud of me Including y...

DEKADE

Image
sepuluh tahun sudah kucintai ketiadaan mengarah pada tatap yang tak ia tuju cerah pesona mengabur rasa remah kepalsuan mengubur fakta terlalu lama kutulikan hati merangkai ingin, menimbun harap tak jengah menilik tak bosan mengulik

Move On?

Image
Saat kau mencintai seseorang, kau tak akan pernah melupakannya barang sedetik. Wanita terus mengkhayalkan sang pujaan, sementara pria memilih menyembunyikan tapi bukan berarti tak memikirkan. Ada saat di mana kita hendak melupakan sang pujaan. Terutama ketika realita tak sesuai harapan. Sekuat tenaga kita menepis bayangannya, menghindari dan berlari. Tapi bayangannya ternyata tak mau pergi, mengikutimu bagai hantu dan sudah serupa oksigenmu. Ada dua hal yang perlu kau pertimbangkan tatkala rasa ini menyerangmu. Pertama, mana yang lebih baik saat kau mengkhayalkannya atau kedua, saat hendak menghapusnya dari memorimu? Jika melupakan itu menyakitkan, maka pilihlah yang pertama. Berusaha mengenyahkan bayangannya sama saja dengan membunuh perasaanmu. Tapi, benarkan itu pilihan yang terbaik? Bukannya kita perlu sadar bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tak mungkin kita raih. Seperti seorang bertubuh pendek yang tak akan mungkin menjadi Miss Universe, right ? Semestinya kita p...