Posts

Malaikat Kecil

Aku tidak bisa berhitung. Tapi, entah berapa waktu yang lalu aku adalah pemenang. Setelah berenang bersama milyaran makhluk sejenisku. Hanya satu. Tidak dua apalagi sepuluh. Sungguh keajaiban yang amat sangat bisa menjadi yang terpilih. 'Lomba renang' di sepanjang lorong merah muda dan lunak itu pun berakhir. Dan entah apa yang terjadi, aku menembus dinding lunak. Ekorku putus. Lalu aku sendiri dalam ruang baru. Tak kutahu lagi nasib milyaran 'pesaingku'. Mungkin hidup mereka sudah berakhir. Beberapa waktu berlalu. Tubuhku menggelinding. Semacam dioper oleh tangan lembut satu ke yang lainnya. Terus aku digelindingkan di sepanjang lorong silinder yang sedikit berbuku-buku dan berkelok itu. Aku tak tahu perjalanan ini berlangsung sampai kapan. Namun, pertanyaanku mulai terjawab. Bermula ketika aku bersua dengan makhluk-entah-a­pa. Ternyata aku tak sendiri!

Flash Fiction: BAIKLAH! (dimuat di C-MAGZ)

Image
Baiklah! Aku memang hobi merutuk ketika ratusan makhluk itu menyerbuku tanpa ampun. Bagaimana tidak? Pekerjaanku terhenti gara-gara mereka. Belum lagi jika kecolongan, kaki atau tangan dijamin merah-merah, berbintik dan gatal. Ah, dasar nyamuk! Seperti itulah kami dulu. Sebelum aku tiba di kota yang menyajikan kebaikan dan keburukan ini yang tampil sebagai mahasiswi bermahkota putih. Petani karet! Mau tidak mau aku menjalaninya. Karena, untuk berleha-leha saat liburan panjang pun, tidak memungkinkan. *** Memasuki tahun ke dua, waktuku kian tersita. Menjadi perawat tak kenal waktu. Jika perawat libur, apa kabar pasien? Belum lagi tugas yang mungkin ... Baca selengkapnya

Antologi Pertamaku

Image
Judul : Cermin Hati Penerbit : Universal Nikko Sinopsis: Apa sih, cinta itu? Ia adalah sesuatu yang aneh. Jika kita menggamnya terlalu kuat, dia akan berontak. Sebaliknya, jika kita menggenggamnya terlalu longgar, dia kan pergi begitu saja. Cinta bisa menguatkan yang lemah dan melemahkan yang kuat. Ya, begitulah. Bicara cinta tak akan pernah ada akhir. Klasik tapi tetap menguasai laju zaman. Cinta adalah dasarnya kehidupan. Cermin menemukan hati terindah untuk seuntai kedamaian, kebahagiaan dan kemesraan jiwa. Jangan pernah menghindar jika cinta sejati menghampiri, rentangkan kedua tangan dan sambutlah dengan ketulusan. Tanpa cinta hidup serasa kosong, sepi dan menderita.

Lelah

Telah terlupakan tinta-tinta lama Goresan-goresan ikut menjadi kering dan pudar Kertas menjadi lusuh lalu hancur Imaji terbang tak terkendali Mimpi terbang ke sudut tersembunyi Ke manakah? Raga ini telah lelah Lelah! Ketika ingin terhapus Gerak terhenti Tubuh mematung Untuk apakah? Untuk apa aku ada? Lalu aku ini siapa? Mengapa kau bawa aku ke mari Aku lelah…. Bawa aku ke mana harusnya aku berada! Jakarta, 27 Oktober 2011

Lembah Seribu Bintang

Apakah aku melupakannya, hal terindah itu? Di saat pintu dan jendela mengatup dalam pekat malam yang tak bersenda gurau  dan mengejek dengan guyur Mungkin aku lupa dengan mawar merah plastik yang telah kaugantikan dengan bintang gabus  yang bercahaya pendar dalam kamar ini dan lembah seribu bintang yang bukan lagi milik kita Apakah aku melupakan itu Hal yang tak kupandang indah lagi Mengapa lembah seribu bintang itu bukan lagi milik kita? Pendaun, 13 Juni 2011, pukul 18:47 (Terinspirasi dari novel KANGEN karya VE HANDOJO)

Hanya Sebuah Harap

Seuntai harapan dalam jenuh yang menguasa Tiada yang lebih terang daripadanya Risau dalam keribaan tiada banding Mencekam kelam tak bernada Separuh napas berontak menyeruak Namun tiada daya karena kekang Melawan semakin terhimpit Mengeluh, apa guna? Adakah sebuah jawab yang kian dekat? Kapankah rintih terdengar? Pilu hati, berputus asa Bekal hidup hanyalah sebuah harap yang bersemi  Ketapang, 9 Desember 2010

Dunia dalam Ponsel

Kecil sudah Tapi tangan tak sampai memeluk Seakan-akan pandang tembus Namun rahasia tak tersingkap Begitu luar biasa, 'ku ternganga Begitu menggoda, 'ku tergoda Begitu bertabur euforia, 'ku bahagia Duka lara entah di mana Ah, tak itu pula! Picik-picik merayap Inisiatif memuncak Menjaja wajah Suara hati kabur kelabu Kecil sudah Tapi tangan jauh meraih Ah, kecilnya aku...